Aspek Multikultural dalam Spider-Man: Homecoming

MV5BNTk4ODQ1MzgzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwMTMyMzM4MTI@._V1_UY1200_CR80,0,630,1200_AL_

sc: The Indian Express

Sudah nonton Spider-Man: Homecoming?

Belum?
Tenang, insyaAllah tidak akan ada spoiler di sini karena saya tidak akan mengulas cerita.
Ada satu poin dalam film ini yang menarik perhatian saya. Berbeda dengan film superhero pada umumnya, film garapan Jon Watts ini kental akan unsur multikultural. Banyak karakter dengan aktor kulit berwarna dilibatkan dalam film ini. Sebut saja Bibi May. Saya tidak pernah tahu dalam cerita asli Spiderman, apa Stan Lee pernah memberi deksripsi khusus soal Bibi Aunt May, tapi di film ini dia diceritakan sebagai wanita Italia dan diperankan oleh seorang aktris seksi Marisa Tomei.

 

Tak hanya itu, sahabat terdekat Peter Parker (Tom Holland), Ned Leeds yang diperankan oleh Jacob Batalon adalah seorang keturunan Filipina. Di sekolah pun Parker dikelilingi oleh teman-teman dari berbagai ras, sebut saja Michelle (Zendaya) yang berkulit hitam, Flash (Tony Revolori) yang berdarah Guatemala, serta beberapa teman keturunan Mongolia yang saya tak ingat nama-nama mereka, belum lagi Liz (Laura Harrier) yang diceritakan lahir dari pernikahan berbeda ras (siap-siap tercengang!).

Spider_Man_Homecoming_Photos_One

sc: Heroic Hollywood

Tak hanya dari karakter utama, kamu akan banyak melihat berbagai ras manusia berseliweran dalam film ini, wanita berjilbab, rabi, lelaki yahudi biasa dan lainnya.
Ini sungguh-sungguh menarik karena pasca terpilihnya Trump, bahkan pada masa kampanye, ketakutan para imigran yang tinggal di Amerika sempat meluas karena mereka terancam terusir. Berbagai aksi dukungan terhadap para imigran pun digelar di berbagai daerah karena pada dasarnya, yang menyebut dirinya Amerika, juga bukanlah asli penduduk Amerika. Mereka tidak berhak mengusir siapa-siapa mengingat pada awalnya mereka pernah membabibuta membasmi suku Indian.
Well, atas dasar ini Spider-Man: Homecoming layak mendapat apresiasi sebesar-besarnya. Film berbudget besar yang terkesan sangat imaginatif dan tak mampuh menyentuh realitas seorang anak ternyata mampu memberi pesan yang baik. Film ini pun aman ditonton berbagai usia dan kalangan, serta tentu saja menghibur. Saya mudah tertawa dengan berbagai joke yang disajikan dan saya selalu kagum dengan berbagai twist yang diselipkan.
Oh ya, Marvel selalu punya ciri khas menyajikan scene-scene tersembunyi atau after credit atau post credit scene atau stinger atau coda, yeah you name it! Nah, tak terkecuali di film ini. Ada dua stinger yang disajikan, dan yang paling akhir-sangat akhir-adalah yang paling epik! Jangan kelewatan!
Captain-Americas-Fitness-Challenge-in-Spider-Man-Homecoming

sc: Screen Rant

“Karena fans Marvel yang setia akan nonton credit title sampai habis” – Captain America
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s