Serunya Menjajal Via Ferrata di Gunung Parang, Purwakarta

Setelah sekian lama penasaran melihat ulasan via ferrata di program-program tempat gw bekerja, gw pun ga bisa tahan lagi. gw harus kesana! Lagipula sepanjang 2016 ini gw belum jalan-jalan kemana-mana. Sedih banget ya? Hahaha.. sedangkan gw butuh semacam pelarian (ga enak ya bahasa Indonesianya, maksudnya sih getaway gitu) ke suatu tempat yang menantang tapi gak mau jauh-jauh dan gak perlu pake nginep. Maka via ferrata Gunung Parang adalah pilihan yang tepat!

di-depan-gunung-parang

Berpose bersama squad di basecamp dengan latar Gunung Parang

Terlebih dauhulu gw akan jelaskan secara sangat singkat apa itu via ferrata. Dalam bahasa Indonesia, via ferrata berarti tangga atau jalur besi. Kata via ferrata berasal dari bahasa Italia dan gunung Parang merupakan gunung pertama di Indonesia yang memiliki jalur ini.

Seperti biasa, kalau urusan petualangan kayak gini gw pasti ajak Uchi. Gak juga sih, haha.. gw ajak semua temen gw yang suka jalan-jalan, tapi sayangnya mereka pada parno duluan liat gambarnya. Jadi akhirnya gw sama Uchi aja.

Setelah mencari teman dan pilih-pilih tanggal, sekarang waktunya cari-cari info operator. Awalnya kita pilih Skywalker karena Skywalker ini merupakan operator pertama via ferrata di Indonesia jadi kedengarannya lebih menjanjikan ya? Nah, setelah dihubungi, mereka memberikan 4 opsi lintasan, yaitu 150 meter dengan dan tanpa transportasi serta 350 meter dengan dan tanpa transportasi juga. Nah yang 350 meter ini sudah termasuk camping di puncak Gunung Parang loh. Keempat paket tersebut sudah termasuk makan siang. Asyik ya paketnya lengkap. Tapi sayangnya, Skywalker ini ada kuota minimal 5 orang sedangkan kita cuma berdua. Bisa aja sih daftar berdua dan nebeng kelompok lain tapi sayangnya gak ada yang daftar di tanggal yang kita pilih.

duh!

Akhirnya kita coba hubungi operator yang kedua, yaitu Badega Parang. Badega Parang ini adalah operator via ferrata yang anggotanya adalah warga di sekitar Gunung Parang. Paket yang ditawarkan pun cukup lengkap dan tak hanya via ferrata aja. Ada juga hammocking di antara 2 tebing dan lainnya. Tarifnya pun lebih murah. Sayangnya, paket yang ditawarkan sama sekali gak ada yang include transportasi, sedangkan pendakian dimulai pada pukul 9 pagi. which is kita harus datang sehari sebelumnya dan mencari penginapan di sana. Padahal rencana awal gak mau pake nginep-nginepan dan gak mau repot. hahaha, sedangkan transportasi ke sana cukup repot.

Untuk kereta api, tersedia hanya 2 jadwal sehari dari Stasiun Kota atau Senen. Dari Stasiun Purwakarta kita harus nyambung angkot 2 kali dan ojek. Kalau dihitung-hitung biayanya jadi sama besarnya tapi lebih capek. Gw dan Uchi pun jadi makin bingung.

Tapi untungnya, selama kita berdiskusi yang gak abis-abis ini kita kedapatan 5 anggota baru, yaitu Ines, Bugil, Icha dan satu teman kantor Bugil bernama Beri dan pacarnya, Tanti. Mereka mau ikut dan gak bisa nginep pula karena harus bekerja di hari minggunya. Maka fix kita mendaftar ke Skywalker.

Adminnya cukup ramah dan gak pelit info. Cuma gak nyangka kita ternyata satu grup dengan peserta lain yang bahkan mendaftar seorang diri. Agak merasa dicurangi. Hahaha.. lebay, padahal sebelumnya gw dan Uchi juga hampir seperti mereka, kan? Lagipula mereka ternyata partner yang asik buat jalan-jalan.. Sama sekali gak bikin kita terasing, pun kita juga gak bikin mereka terasing. Seru!

squad

Berpose bersama sebelum memulai pendakian

Meeting point di Dunkin Donuts Plaza Semanggi jam 6 pagi dan estimasi jam 9 sudah sampai di basecamp. Tapi eng ing eng kita kena macet parah alhasil jam 12 siang baru sampe di basecamp. Maka yang sholat silakan sholat yang ingin makan siang silakan makan siang. Sekitar pukul 1 siang kita mulai pendakian. Diawali dengan pemasangan helmet dan harness.

squad-2

Berpose bersama sebelum memulai pendakian

Guide yang memandu kita saat itu, Mas Saugi, juga terlebih dulu menjelaskan tata cara pendakian dan baru setelahnya kita dipersilakan mendaki. dan Ma sya Allah… pas mulai ngedaki itu badan gemetaran sekujur tubuh karena degdegan. tapi setelah lewat 10 langkah, degdegannya ilang, gemetarannya juga ilang. Seperti yang Mas Saugi bilang, “Awalnya emang gemetaran tapi tar kalo udah di atas juga sombong”. Hahhaa…

persiapan

Mendengarkan dengan seksama ketika Mas Saugi memberi arahan

penanjakan-pertama

Langkah pertama selalu jadi langkah yang paling mendebarkan tapi tetap gaya. cheese!

Pemandangan di atas beneran seru, kita bisa lihat Waduk Jatiluhur dan gunung-gunung lainnya yang gw lupa itu gunung apa. hahaha… kita juga bisa beristirahat santai di cerukan-cerukan kecil yang mirip gua yang mereka sebut dengan sky caving. Seru.. gosip-gosip santai di atas gunung dengan pemandangan menakjubkan. hahhaa…

nanjak

Penanjakan dengan pemandangan persawahan. Di sini udah mulai sombong karena bisa lepas tangan gak pake takut.

waduk

Itu dia Waduk Jatiluhur yang jadi kebanggaan warga Purwakarta

goa

Nah dari gua inilah pemandangan waduk tadi diambil

goa2

sky caving yang diisi sambil membicarakan nama Mas Saugi yang agak susah diingat sambil menikmati pemandangan waduk Jatiluhur

Tapi jangan ketawa dulu, karena petualangan belum selesai. Naik tak semengerikan turun. Kita tak perlu menggunakan tangga besi untuk turun, kita hanya perlu merosot aja. Tapi astaganaga, ini lebih mengerikan. Serius! Terlebih lagi guide yang ngebantuin kita turun jahilnya gak ketulungan, bikin kita ngeri gak abis-abis dan gemetaran gak udah-udah. Tapi karena dialah kita pulang dengan ketawa-ketawa.

turun

Tuh lihat muka ngerinya Uchi waktu mau diperosotin turun sama guide yang jahil. hahahha…

Seenggaknya sekali lah seumur hidup harus coba. Let’s go!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s